
.jpeg)

Semarang – SMP Negeri 25 Semarang sukses melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin, 13 Juli 2026 hingga Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta membekali mereka dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat.
MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Negeri 25 Semarang, Ibu Nur Laily, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta didik baru dan mengajak mereka untuk memanfaatkan masa MPLS sebagai awal perjalanan pendidikan di jenjang SMP. Beliau juga menekankan pentingnya membangun karakter yang berakhlak mulia, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.
Kegiatan diawali dengan Upacara Pembukaan MPLS yang berlangsung dengan penuh khidmat. Seluruh peserta didik baru mengikuti rangkaian upacara bersama kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta panitia MPLS.








Setelah upacara pembukaan, peserta didik mengikuti materi Wawasan Wiyata Mandala, Pengenalan visi, misi, dan tata tertib sekolah, dilanjutkan dengan merumuskan komitmen kesepakatan gugus selama masa MPLS, sebagai pedoman bersama selama pelaksanaan MPLS agar seluruh kegiatan berjalan tertib, disiplin, dan saling menghormati.
Selanjutnya peserta didik mengikuti Asesmen Diagnostik, yang bertujuan membantu sekolah mengenali kemampuan awal, karakteristik belajar, serta kebutuhan peserta didik sebagai dasar dalam merancang proses pembelajaran yang sesuai.



Materi berikutnya adalah Kesiapsiagaan Bencana yang disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan dipandu oleh Ibu Pertiwi (Ibu Tiwi). Pada kegiatan ini peserta didik memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan sekitar, langkah-langkah mitigasi bencana, cara menyelamatkan diri saat terjadi keadaan darurat, serta pentingnya memiliki sikap tanggap dan siap menghadapi berbagai kondisi bencana.
Hari kedua diisi dengan berbagai materi yang mengajak peserta didik untuk semakin peduli terhadap lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa cinta tanah air.
Materi pertama disampaikan oleh Dinas Pertanian Kota Semarang melalui Ibu Rere dan Bapak Kemal mengenai Edukasi Penghijauan dan Pertanian Kota. Peserta didik diperkenalkan pada pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui penghijauan, pemanfaatan lahan secara bijak, serta mengenal konsep pertanian di wilayah perkotaan.




Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Edukasi Urban Farming bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari yang didukung oleh Indonesia Power. Dalam sesi ini peserta didik belajar bahwa bercocok tanam dapat dilakukan meskipun memiliki lahan yang terbatas. Berbagai metode sederhana diperkenalkan sebagai upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mendorong ketahanan pangan sejak usia sekolah.


Pada sesi berikutnya, peserta didik mendapatkan materi Wawasan Kebangsaan yang disampaikan oleh Bhabinkamtibmas Polsek bersama Bapak Didin dan Bapak Gunawan. Materi ini bertujuan menanamkan nilai-nilai nasionalisme, cinta tanah air, semangat persatuan, disiplin, serta pentingnya menjaga toleransi dan menghormati keberagaman dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan hari ketiga dipenuhi dengan berbagai edukasi kesehatan, pembentukan karakter hidup sehat, serta literasi digital.




Materi pertama disampaikan oleh tim dari Puskesmas mengenai Menghitung Denyut Nadi dan Fleksibilitas Tubuh sebagai bagian dari pengenalan kebugaran jasmani peserta didik. Pada kesempatan tersebut juga diperkenalkan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mendorong peserta didik membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya peserta didik memperoleh materi Edukasi Kesehatan dan Pola Hidup Bersih yang disampaikan oleh Ibu Catur Widya bersama Ibu Riladini dari Puskesmas. Materi ini membahas pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan, menerapkan pola hidup sehat, menjaga kesehatan tubuh, serta membangun kebiasaan positif untuk menunjang proses belajar.



Kegiatan dilanjutkan dengan Edukasi Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) yang disampaikan oleh Bapak Dela. Peserta didik diberikan pemahaman mengenai bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya, dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan dan masa depan, serta pentingnya berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba.
Sebagai bentuk komitmen bersama, seluruh peserta didik turut berpartisipasi dalam pembuatan Pohon Komitmen Hidup Sehat dan Bebas Narkoba. Melalui kegiatan ini, setiap peserta didik menuliskan komitmen pribadi untuk menjalani pola hidup sehat serta menjauhi penyalahgunaan narkoba sebagai wujud tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan hari ketiga ditutup dengan materi Navigasi Aman di Dunia Digital yang difasilitasi oleh Swipe Safe bersama Ibu Vida Kharisma. Peserta didik dibekali pengetahuan mengenai etika bermedia digital, pentingnya menjaga data pribadi, mengenali potensi kejahatan siber, menghindari penyebaran informasi palsu (hoaks), serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Memasuki hari keempat pelaksanaan MPLS, peserta didik baru mengikuti rangkaian kegiatan yang berfokus pada pembentukan karakter disiplin, pengenalan potensi diri, serta persiapan menghadapi proses pembelajaran di SMP Negeri 25 Semarang.
Kegiatan diawali dengan Salam Sapa Murid Baru yang dilaksanakan sejak pagi di gerbang sekolah. Seluruh peserta didik disambut dengan hangat oleh guru piket dan panitia OSIS sehingga tercipta suasana yang ramah, nyaman, dan menyenangkan sebagai wujud budaya sekolah yang mengedepankan sikap santun dan kekeluargaan.
Selanjutnya, peserta didik mengikuti kegiatan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) dan Pendidikan Karakter yang dipandu oleh anggota PASKIBRA SMP Negeri 25 Semarang bersama OSIS. Melalui kegiatan ini, peserta didik dilatih untuk membangun kedisiplinan, kekompakan, konsentrasi, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab dan kerja sama dalam setiap aktivitas.
Pada sesi berikutnya, peserta didik dikenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 25 Semarang. Masing-masing organisasi dan ekstrakurikuler menampilkan demonstrasi serta atraksi yang menarik sehingga peserta didik dapat mengenal berbagai pilihan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat mereka. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peserta didik untuk aktif mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas positif di lingkungan sekolah.
Setelah beristirahat dan makan bersama, peserta didik mendapatkan materi mengenai Pengenalan Kurikulum dan Strategi Belajar yang disampaikan oleh Bapak Wahyudi Isa Albahri, S.Pd., Iftania, S.Pd., Wahyu Ema Y.A., S.Pd., Eva Putri Karunia, S.Pd., bersama panitia dan OSIS. Dalam sesi ini dijelaskan mengenai struktur kurikulum SMP Negeri 25 Semarang, sistem pembelajaran yang akan diterapkan, serta berbagai strategi belajar efektif agar peserta didik mampu beradaptasi dan meraih prestasi selama menempuh pendidikan.
Rangkaian kegiatan hari keempat ditutup dengan sesi Refleksi yang dilanjutkan dengan Salat Dzuhur berjamaah bagi peserta didik beragama Islam, sedangkan peserta didik beragama Nasrani mengikuti kegiatan pembinaan di ruang agama. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk melakukan refleksi terhadap pengalaman selama mengikuti MPLS sekaligus menanamkan nilai-nilai religius, toleransi, serta rasa syukur sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah.
Hari terakhir MPLS diawali dengan kegiatan Pagi Ceria melalui pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, dan panitia. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, menumbuhkan semangat, serta membiasakan gaya hidup sehat sejak dini.
Sebagai penutup rangkaian MPLS, SMP Negeri 25 Semarang melaksanakan kegiatan bakti sosial dengan membagikan paket sembako kepada warga di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial sekaligus menanamkan nilai-nilai empati, gotong royong, serta semangat berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diajak memahami bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan untuk peduli terhadap lingkungan dan membantu masyarakat yang membutuhkan.

.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)


.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)
.jpeg)

Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMP Negeri 25 Semarang Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan penuh antusiasme. Selama lima hari, peserta didik baru memperoleh berbagai pengalaman berharga yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk karakter, meningkatkan wawasan, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, membiasakan pola hidup sehat, memperkuat rasa cinta tanah air, memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana, menjauhi penyalahgunaan narkoba, serta menggunakan teknologi digital secara bijaksana.
Melalui rangkaian kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan menyenangkan ini, SMP Negeri 25 Semarang berharap seluruh peserta didik baru dapat beradaptasi dengan baik, memiliki semangat belajar yang tinggi, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, peduli terhadap sesama, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.